Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2009

Grand Final Grasstrack & Motocross JCI Bali


 
 
Ari Ferdinan, pembalap asal Banyuwangi berhasil menggondol hadiah utama berupa satu unit sepeda motor untuk kelas Grasstrack. Hadiah yang sama diraih pembalap Jarwo Jaguar asal Team Nico Motor Banyuwangi. Uji nyali di medan grasstrack untuk merebut hadiah yang disiapkan panitia pada grand final Grasstrack & Motorcross JCI Bali berlangsung sangat menegangkan. Bahkan, di luar sirkuit Pangkung Tibah, Tanah Lot terdengar gemuruh tepuk tangan penonton. 
Pertarungan sengit terjadi karena pengumpulan poin di tiga seri sebelumnya terbilang sangat ketat antara pembalap Ari Ferdinan (276), Arif Zeka dari Team Batu Kencana Wonogiri (261) dan Jarwo Jaguar dari Team Conk Speed Malang (232). ‘’Dalam pertarungan kali ini stamina menjadi kunci utama untuk menjadi yang terdepan,’’ tegas Ari Ferdinand yang didampingi manager, Fany Susianto.
Di kelas Motocross SE 125cc Open pembalap asal NTB, Alexander Wiguna mengukuhkan dirinya sebagai crosser tercepat. Pembalap nasional yang tergabung dalam Blue Coral Team itu jauh meninggalkan rival-rivalnya dengan melahap poin penuh (194) dari gelaran empat seri sepanjang tahun 2008 ini. Wiguna berhak atas satu unit sepeda motor. Di posisi kedua digenggam pembalap asal Bali, Gerry Senna dengan 142 poin.
Selaku panitia penyelenggara, Ketut Panca Wirawan mengaku sangat puas. Sambil mengelus dada, pria dengan ciri khas kaca mata hitam itu tampak gembira dengan hajatan yang berakhir secara lancar. ‘’Meski krisis ekonomi global menghantam empat seri telah saya lalui tanpa ada rintangan,’’ tutur warga Pangkung Tibah ini.
Meski rugi materi namun Panca terbilang sukses menggodok bibit pembalap di Bali. Buktinya, hampir setiap seri, selalu ada peningkatan jumlah croser. Pada seri pertama, jumlah starter 104 starter dan bertambah 11 starter di seri kedua. Lalu seri ketiga melonjak jadi 135 starter. Pada seri pamungkas, justru terjadi peningkatan tajam yakni diikuti 214 starter yang mayoritas asal Bali. 
Menyoal lanjut tidaknya gelaran serupa di tahun 2009, Panca hanya tertawa lepas. Sambil menggelengkan kepala, salah satu pengurus Pengda IMI Bali ini pesimis untuk helatan di tahun 2009. Selain masih ada deraan krisis gobal yang menyulitkan pihaknya mendapat sponsor, juga biaya yang dikeluarkan per seri mencapai Rp 60 juta. (JULI)

Grasstrack
Nama Team Asal Total
Ari Ferdinan Nico Motor Banyuwangi 390
Jarwo Jaguar Conk Speed Malang 329
Arif Zeka Batu Kencana Wonogiri 321
Yudiawan Madangkara Jember 167
Joni Setiawan Unyil Motor Tabanan 159

Motocross
SE 125 Open
Nama Team Asal Total
Alexander Wiguna Blue Coral NTB 194
Gerry Senna Privateer Badung 142
Nugroho Tri Priyo Aries Putra Motor 115
Bastian de Jong Bali MX 111
Wayan Murdita Bali MX 83

Rabu, 24 September 2008

Grasstrack & Motocross JCI Bali seri III, Usrox Jawara



Sirkuit Pangkung Tibah, Tanah Lot, Tabanan menjadi saksi bisu keberingasan pembalap yang mengibarkan bendera Bali Uni Track. Bak kesetanan, Usrox dengan nomor start 02 melaju bebas. Bahkan dalam beberapa kelas Usrox mampu over lap dengan pembalap lain sampai tercecer pada posisi buncit.


Empat dari lima kelas (bebek modifikasi 4 langkah open, bebek modifikasi, bebek modifikasi lokal Bali, campuran open, open FFA dan open FFA lokal Bali), Usrox berhasil menyabet empat tropi. Dan untungnya, pembalap tuan rumah (Tabanan), Ngurah Sutrisna berjuang ekstra untuk mengamankan kelas FFA lokal Bali. ‘’Stamina yang fit dan karakter sirkuit memang sudah saya kuasai. Itulah yang menjadi kunci sukses saya dalam pertandingan kali ini,’’ kata Usrox.


Di kelas SE 125cc Open, pembalap NTB, Alexander Wiguna masih mengukuhkan diri sebagai crosser tercepat. Pembalap nasional yang tergabung dalam Jasalindo Team ini pecundangi Tri Prio Nugroho, rekan setim yang dipaksa keras untuk berada di posisi kedua dan ditempel Gerry Senna.


Meski bersifat entertainment, pembalap yang turun di kelas SE 125 lebih memberikan tontonan spektakuler kepada penonton. Mereka seakan mengajak penonton untuk larut dalam memacu andrenalin lewat aksi jumping nan maut dengan berbagai gelontoran gaya yang penuh skill meski yang dilewati adalah suguhan table top maupun table jump.


Ir Ketut Panca Wirawan selaku Ketua Penyelenggara mengaku puas dengan kehadiran para pembalap Bali dan luar Bali serta para penonton pada gelaran seri III ini. Soal digelarnya dua event balap secara bersamaan (Road Race & Motocross di Perancak Negara), Wirawan mengaku hal itu wajar-wajar saja. ‘’Makin banyak event malah makin bagus untuk menggali bibit-bibit pembalap yang potensial,’’ tegas salah satu pengurus Pengda IMI Bali ini.


Kejuaraan yang siap digeber selama empat seri di tahun 2008 ini, menetapkan beberapa kelas yang siap dihitung total poin pada grand final. Jadi, para pembalap yang ikut dalam kejuaraan ini hanya pembalap yang memiliki peluang kuat sebagai pengumpul point terbanyak saja. ‘’Bagi pembalap yang tidak mendapat poin pada seri sebelumnya, pasti memilih terjun di Perancak karena peluang,’’ tegasnya. (JULI)